Sabtu, 18 April 2020




Karl Marx lahir di Trier, Prusia, 5 Mei 1818. Keluarganya merupakan kalangan kelas menengah. Kedua orangtuanya berasal dari keturunan rabbi. Rabbi merupakan gelar seseorang terpelajar, yaitu guru yang menguasai hukum agama Yahudi, atau seorang yang ditunjuk sebagai pemimpin agama dalam masyarakat. Karena alasan bisnis, ayahnya kemudian berpindah agama ke Protestan ketika Marx masih sangat muda. Latar belakang ini menjadi salah satu indikator munculnya pemikiran Marx tentang agama. Dari Jerman, Marx pindah ke Perancis (1843). Di Perancis ia bergumul dengan ide-ide Hegel, yang dikemudian hari ia adopsi sebagai basis konstruksi pemikirannya. Saat itu juga ia bertemu dengan Fredrich Engels yang menjadi sahabat seumur hidupnya. Setelah Perancis, ia pindah ke Brussel, Belgia (1845). Radikalismenya yang sedang menggebu-gebu melibatkan dirinya menjadi anggota aktif gerakan revolusioner internasional. Dalam hubungannya dengan Liga Komunis, Marx bersama Engels menulis Communist Manifesto (1848). Marx kemudian pindah ke London (Inggris) pada 1849 dan menulis karya yang terkenal “Das Capital” yang memiliki tiga volume. Das Capital merupakan karya ilmiah terbesar Marx yang menjelaskan tentang struktur dan kondisi kerja di dalam kapitalisme. Berikut adalah uraian singkat pemikiran sosiologi Karl Marx.
Pertama adalah teori konflik sosial. Konflik sosial terjadi karena adanya kontradiksi atau pertentangan kelas antara kelas pemilik modal, penguasa alat-alat poduksi (borjuis) dan kelas buruh, pekerja (proletar). Dalam struktur masyarakat kapitalis, kaum borjuis dengan semena-mena melakukan eksploitasi terhadap kaum proletar. Eksploitasi ini yang kemudian mengakibatkan kaum proletar mengalami sebuah alienasi atau keterasingan akibat penindasan. Keterasingan yang dimaksud adalah keterasingan dari dirinya sendiri sebagai manusia. Hubungan dan sistem kerja yang eksploitatif membuat manusia layaknya seperti hewan. Manusia kehilangan daya produktifitasnya. Sehingga dalam satu waktu, manusia-manusia tertindas yang terhimpun dalam massa dengan kesadaran kolektif akan melakukan pemberontakan melawan kapitalisme dan segala strukturnya yang menindas.
Keterasingan sendiri dilegitimasi oleh agama. Manusia akhirnya hanya memasrahkan diri kepada Tuhan atas realitas yang menindas tersebut. Padahal menurut Marx, manusia bisa melakukan eksplorasi diri dalam rangka mengaktualisasikan apa yang menjadi keinginannya daripada hanya pasrah terhadap sesuatu yang dianggapnya tidak bisa merubah apa-apa. Agama dengan doktrin kepasrahannya, menawarkan sebuah kesenangan sesaat dengan imbalan berupa pahala dan surge apabila orang-orang tertindas menghadapi penindasan tersebut dengan kesabara. Itu sama sekali tidak merubah struktur sosial yang menindas. Maka dalam hal ini, agama menjadi alat legitimasi penindasan oleh masyarakat kelas atas dan sebuah kompensasi atas ketertindasan yang dialami oleh masyarakat kelas atas. Ini yang disebut Marx bahwa agama sebagai candu masyarakat.
Selanjutnya adalah tentang teori revolusi sosial. Revolusi sosial adalah perubahan sosial yang cepat pada tatanan masyarakat. Anggapan Marx dalam masalah penindasan yang di urai diatas adalah perubahan-perubahan di dalam sistem yang tidak mencukupi. Sistem sendiri harus diubah. Emansipasi manusia secara prisipil akan terwujud melalui penjungkirbalikan seluruh struktur-struktur sosial. Keadaan yang buruk, kenyataan keterasingan, tidak berakar dalam kejahatan individual, melainkan dalam struktur sistem masyarakat kapitalis. Marx mendobrak paksaan sistem. Siapa yang ingin sungguh-sungguh terlibat dalam penghapusan ketidakadilan dan penindasan, yang ingin membangun dunia dengan manusiwi dan adil, tidak boleh puas dengan tindakan tambal sulam, melainkan harus meruntuhkan sistem sendiri yang struktur-strukturnya mendasari keadaan buruk tersebut. Revolusi yang tak terelakkan akan menghasilkan suatu tatanan baru, tatanan dimana tak ada hak milik pribadi atas alat-alat produksi, kemudian berubah menjadi kepemilikan bersama. Ini yang disebut Marx sebagai masyarakat komunis.
                                                                                                                                      

1 komentar:

  1. Bung,Setelah melihat kondisi dewasa ini dan setelah membaca tulisan ini, saya semakin yakin bahwa kemiskinan adalah kondisi struktural yang memang diciptakan dan diatur oleh segelintir orang.

    BalasHapus

Total Tayangan Halaman

Popular Posts